Jakarta, EnergiToday-- Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun tajam pada Rabu (23/3) atau Kamis (24/3) pagi WIB, karena dolar AS menunjukkan penguatan.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April turun US$ 24,60 atau 1,97% menjadi menetap di US$ 1.224,00  per ounce. Ini merupakan tingkat penutupan terendah emas berjangka sejak 26 Februari, ketika ditutup pada US$ 1.220,40  per ounce.

Kepala Cabang Federal Reserve Chicago, Charles Evans mengatakan pada Selasa setelah pasar ditutup bahwa Fed hampir mencapai target ketenagakerjaan dan inflasi.

Sementara itu, Kepala Cabang Federal Reserve Philadelphia, Patrick Harker, di hari yang sama mengatakan bahwa prospek positif AS semakin mendukung untuk menaikkan suku bunga jangka pendek lagi. "Beberapa komentar lain dari pejabat Fed awal pekan ini mengisyaratkan kenaikan suku bunga pada April, mendorong dolar lebih tinggi dan menekan emas yang dihargakan dalam mata uang dolar," tutur Patrick, seperti dilaporkan dalam Bisnis.com, Kamis (24/3). (id/bc)